|
BEBERAPA CATATAN LUSTRUM IX
Dalam paparannya Sekjen DKP mengetengahkan beberapa hal tentang potensi sumberdaya hayati dan non hayati laut, SDM, kerangka dasar pembangunan perikanan dan kelautan nasional pada tahun 2010 – 2014, strategi pembangunan kelautan dan perikanan yang meliputi pro-poor, pro-job, pro-growth, pro-business dan pro-sustainable, serta arah kebijakkan dan prioritas pembangunan kelautan dan perikanan ke depan. Seminar juga dihadiri oleh Rektor Unlam, Prof. H.M. Rasmadi, Dekan dan sivitas akademika Fak. Perikanan Unlam serta para alumni dan undangan lainnya. Seminar berjalan hangat dan menarik dan banyak mengungkapkan fakta-fakta persoalan yang masih memerlukan solusi secara tepat dan cermat. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan MoU antara Fakultas Perikanan Unlam dan Sekjen DKP tentang Mitra Bahari dan dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru tentang Kerjasama Pendidikan, Pelatihan dan Riset Perikanan dan Kelautan. Kegiatan Lustrum lainnya adalah Temu Alumni yang melibatkan seluruh angkatan, dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 03 Oktober 2009. Dalam kegiatan tersebut dihadirkan beberapa alumni Fak. Perikanan Unlam sebagai pembicara yakni (1) Ir. H. Khairani, M.M., mewakili wilayah Kalimantan Timut, (2) Ir. Hj. Suriatinah, mewakili alumni dari Kalimantan Selatan, (3) Ir. Christanto T. Ladju, M.M., mewakili alumni Kalimantan Tengah, (4) Ir. Anang Ichsan Nafiri, mewakili alumni Kalimantan Barat, dan (5) Ibnu Sina, S.Pi., alumni pada legislatif prov. Kal.Sel. Pada kesempatan tersebut para pembicara memberikan pengalaman-pengalaman kerjanya dan banyak memberikan masukan bagi perkembangan Fak. Perikanan Unlam ke depannya. Temu alumni juga menghasilkan kepengurusan baru Ikatan Alumni Fakultas Perikanan Unlam (IKA-FI Unlam) yang selama ini dapat dikatakan mengalami demisioner. Berdasarkan hasil rapat tim formatur terpilih Prof. Ir. H. Arbain Basrindu, S.U., sebagai ketua Ikatan Alumni. Kepengurusan ikatan alumni yang baru ini diharapkan segera di SK-kan dan membuat AD/ART IKA-FI Unlam serta menyusun program kerjanya. IKA-FI Unlam yang menjadi wadah bagi partisipasi para alumni, juga menjadi tumpuan harapan sivitas akademika Fak. Perikanan Unlam agar lebih banyak berperan dalam pengembangan Fak. Perikanan Unlam, terutama dalam menjaga eksistensinya di Kalimantan Selatan khususnya. Malam keakraban para alumni yang dilaksanakan pada hari Sabtu (malam minggu) tanggal 03 Oktober 2009 di aula Fak. Perikanan Unlam ternyata cukup meriah dan dihadiri oleh cukup banyak alumni serta staf dosen Fak. Perikanan Unlam. Para alumni juga menyanyi dan bermain band, sehingga mengingatkan kembali masa-masa di tahun 80an atau 90an. Temu alumni ini cukup memberi kesan, namun sayangnya alumni yang lulus di tahun 2000an tidak banyak yang hadir. Kebanyakan alumni yang hadir berasal dari lulusan tahun 80an dan 90an, kurang lebih 200an orang. Memang sangat sedikit dibandingkan dengan lulusan Fak. Perikanan Unlam yang sudah mencapai 2330 orang. Yang cukup membanggakan adalah beberapa alumni yang berada di wilayah yang jauh seperti Sumatera, Jawa, Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah ternyata masih bisa meluangkan waktu dan banyak biaya untuk dapat berhadir. Hal tersebut mengindikasikan besarnya kecintaan mereka terhadap almamater ini. Apresiasi barangkali patut diberikan kepada para pimpinan Fak. Perikanan Unlam yang didukung oleh para sivitas akademikanya atas keberhasilannya melaksanakan Lustrum IX yang disertai dengan Temu Alumni yang padahal pada saat ini Fak. Perikanan Unlam dalam kondisi kesulitan pendanaan yang cukup memprihatinkan. Namun berkat semangat, upaya dan kerja keras sivitas akademikanya serta dukungan finansial dari alumni dan donator lainnya kegiatan ini dapat terselenggara. Agenda lima tahunan ini biasanya selalu dilaksanakan, namun pada lustrum sebelumnya (Lustrum VIII) tidak terselenggara. Memang lustrum kali ini menjadi wahana atau momentum penting bagi Fakultas Perikanan Unlam dalam mengevaluasi apa saja capaian yang diperolehnya dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi, yang dilihat dari perspektif internal maupun eksternal. Sayangnya yang banyak mencuat hanyalah kelemahan-kelemahan atau permasalahan-permasalahan, sedangkan keberhasilannya yang selama ini telah dicapai oleh institusi ini hampir tidak dimunculkan. Misalnya upaya pengembangan kualitas SDM terutama proporsi strata pendidikan tenaga dosen, penambahan program studi baru baik S1 maupun S2, dan perolehan dana masuk dari program seperti Due Like, SP4, Semi-QUE, A2,dan Im-HERE. Kesemuanya tersebut adalah capaian prestasi yang dapat diperoleh melalui semangat dan kerja keras dari sivitas akademika fakultas ini yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Dari segi peningkatan strata pendidikan dosen, sesungguhnya Fak. Perikanan Unlam sudah memperlihatkan kemajuan cukup berarti dengan mempunyai komposisi 5 orang berpendidikan Doktor, 63 orang berpendidikan Magister dan 18 orang masih berpendidikan Sarjana. Pada saat ini dari 86 orang staf dosennya, jumlah yang sedang mengikuti pendidikan Strata 3 adalah 12 orang, dan Strata 2 sebanyak 12 orang. Dengan demikian diproyeksikan pada 2 tahun ke depan jumlah tenaga dosen berpendidikan Strata 1 (sarjana) hanya 6 orang, dan kurang lebih lima tahun ke depan jumlah tenaga dosen yang berpendidikan Strata 3 adalah 16 - 17 orang. Demikian pula kemajuan yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan, sejak tahun 2007 sudah ada penambahan program studi baru yakni Program Studi Ilmu Kelautan (S1) dan Program Studi Ilmu Perikanan (S2). Keberadaan kedua prodi ini merupakan manifestasi semakin nyatanya peran Fak. Perikanan Unlam dalam memajukan bidang perikanan dan kelautan, khususnya di Kalimantan Selatan. Fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan juga mengalami kemajuan yang cukup besar dengan banyaknya dana hibah dan bantuan yang masuk. Dengan adanya bantuan tersebut maka telah ada penambahan yang cukup berarti pada alat-alat laboratorium, buku-buku teks, peralatan komputasi dan olah data, peralatan dan media proses pembelajaran, audio visual, sistem informasi (LAN/WLAN, internet) dan lain-lain. Dosen-dosen juga memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan kegiatan magang, lokakarya dan seminar-seminar di daerah lain sehingga keberadaan Fak. Perikanan Unlam semakin dapat dirasakan secara nasional. Beberapa kemajuan memang telah berhasil dicapai, namun masih banyak persoalan yang dapat menjadi ancaman. Diantaranya yang paling krusial adalah menurunnya jumlah peminat untuk masuk Fak. Perikanan Unlam. Hal ini diyakini, bilamana tidak segera dipecahkan, lambat laun akan mengeliminasi lembaga ini. Fenomena yang bersifat nasional ini pastilah terutama sekali terkait dengan fakta dan atau persoalan-persoalan eksisting yang berkembang di masyarakat. Nampaknya masyarakat harus diberikan bukti nyata, tidak hanya sekedar pengungkapan besarnya potensi SDA yang dimiliki, bahwa sektor perikanan dan kelautan tidaklah dapat dipandang sebelah mata dan dapat menjadi prime mover bagi perekonomian bangsa sehingga akan memberikan harapan baru bagi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dan peningkatan kesejahteraan. Lustrum memang sudah berhasil dilaksanakan, namun sayangnya kurang tersosialisasi secara luas sehingga banyak alumnus yang tidak mengetahuinya, terutama yang masih belum bekerja atau tidak bekerja di sektor-sektor pemerintahan. Demikian pula, kegiatan lustrum yang diharapkan menjadi momentum untuk diseminasi dan sosialisasi Fak. Perikanan dalam rangka memberikan pencerahan bagi masyarakat agar minatnya untuk melanjutkan studinya di lembaga pendidikan ini juga tidak dimanfaatkan dengan baik akibat starting point dimulainya aktivitas lustrum yang agak terlambat.
|